7 Mitos Tentang Lemak dan Kolesterol

Berbicara tentang lemak dan kolesterol adalah topik yang sangat kompleks karena kedua hal ini prosesnya sangat panjang di dalam tubuh Kita,Cuma di luaran sana masih banyak yang tidak paham apa itu Lemak dan kolesterol dan bahkan banyak mengkambing hitamkan kolesterol dan lemak sampai takut mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol dan lemak karena pola pikir yang kurang tepat.Tetapi,sebelum anda menyatkan anti ke dua makanan ini sebaiknya Anda harus tau 7 Mitos tetntang Lemak dan Kolestero supaya Anda tidak salah paham,Seperti apakah Mitos tentang Lemak dan kolsterol ? Simak di bawah ini ya :

Mitos 1. Rendah Lemak dan Tinggi Karbohidrat adalah yang terbaik

Sektar tahun 70 an dan tahun 80 an, Banyak ilmuan yang percaya bahwa lemak jenuh penyebab dari penyakit jantung karena menyebabkan kolesterol jahat tinggi dalam darah.Diet Rendah lemak direkomendasikan di Amerika pada tahun 1977 yang kemudian menyebar ke berbagi negara lainnya,Termasuk Indonesia jika tidak salah saya.Apa yang terjadi ? semenjak itu malah banyak penderita obesitas di Amerika,kemungkinan banyak orang yang mengindari makanan sehat sperti mengkonsumsi daging dan telur karena lemak dan kolesterol yang terkandung didalamnya dan terlalu banyak mengkonsumsi makana olahan atau makanan siapa saji.

Studi terbaru mengungkapkan bawah Diet rendah lemak tidak efekt untuk jangka panjang,Pola makan ini tidak akan membantu penurunan berat badan dan untuk menjaga kesehatan.Bahkan studi baru-bari ini menyebutkan bahwa diet rendah lemak akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan.Jadi yang tetrbaik adalah dengan Nutrisi Berimbang.

Mitos 2.Kolesterol Tinggi Tidak Baik seperti Telor

Karena kolesterol dianggap jahat, banyak yang menganggap bahwa makanan yang mengandung kolesterol itu tidak baik untuk kesehatan jantung. Salah satu makanan yang disalahkan adalah telur. Padahal, telur justru mengandung beragam nutrisi yang sangat penting bagi tubuh kita.Tapi, sejumlah studi ternyata menemukan bahwa kolesterol pada makanan tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Telur meningkatkan HDL (kolesterol baik) yang tidak berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

 

 

 

 

Mitos 3.Minyak Sayur Juga Sehat
Minyak sayur yang mengalami beragam proses ini dianggap sebagai lemak sehat karena mengandung asam lemak tak jenuh omega-6. Omega-6 memang diperlukan tubuh seperti halnya omega-3. Tapi, tubuh hanya membutuhkan jumlah tertentu dengan rasio omega-3 dan omega-6 1:1.Sayangnya, minyak sayur mengandung terlalu banyak omega-6. Padahal, kelebihan asam lemak ini dalam tubuh bisa membuatnya menumpuk di dalam membran sel dan berperan dalam inflamasi. Ditambah lagi, sebagian minyak sayur juga ternyata mengandung lemak trans yang berbahaya dan di tambah lagi dari suhu panas pada saat di kompor atau di penggorengan.Karena minyak sayur tidak stabil pada suhu panas yang tinggi.

 

 

Mitos 4.Lemak Jenuh Meningkatkan Kolesterol Jahat dan Jantung Koroner

Lemak jenuh yang dikandung dalam makanan seperti daging sejak lama dituding sebagai salah satu penyebab meningkatnya kolesterol jahat dalam darah dan penyakit jantung.Faktanya, ada banyak studi yang berusaha menemukan hubungan antara lemak jenuh dan risiko penyakit jantung. Tapi, tidak ditemukan bukti bahwa lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

 

 

 

 

Mitos 5.Lemak Jenuh dan Lemak Trans Sama

Emang benar sih sama,Sama-sama lemak hehehe, Tentu ke dua lemak ini tidaklah sama Kalau lemak Jenuh adalah menururt wikepedia Indonesia

” Lemak jenuh adalah lemak yang terdiri dari trigliserida dengan hanya asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh tidak memiliki ikatan rantai ganda di antara atom-atom karbonnya sehingga disebut penuh dengan hidrogen “

atau pemahaman sederhananya ke dua hal ini adalah Lemak jenuh dan lemak trans tidaklah sama. Lemak trans adalah lemak tak jenuh yang telah diubah secara kimiawi agar lebih solid dan tahan lama. Bila lemak jenuh tidak berbahaya, lemak trans justru berbahaya karena dapat menyebabkan resistensi insulin, inflamasi, dan peningkatan risiko penyakit kronis.Lemak trans seringkali ditemukan pada makanan olahan. Untuk menghindarinya, kurangi makanan olahan dan cukupkan asupan makanan utuh (whole food).

Mitos 6.Hindari Makanan Berlemak

Banyak yang beranggapan bahwa mengkonsumsi lemak itu bikin gemuk akhirnya malah memilih makanan yang mengandung rendah lemak. Faktanya, hal ini ternyata tak sesederhana itu. Lemak memang memiliki jumlah kalori lebih banyak per gramnya dibandingkan karbohidrat dan protein. Tapi, makanan yang mengandung lemak biasanya cukup mengenyangkan dan sukar untuk dimakan berlebihan.Sejumlah studi justru menunjukkan bahwa diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat mampu menurunkan berat badan lebih banyak dibanding diet tinggi karbo rendah lemak.Cuma Anda tetap hati-hati disini ya tetap sesuaikan kalori maksimum tubuh Anda,Jika kalori masuk berlebihan tetap aja berat anda akan bertambah.

 

 

Mitos 7.Makanan Olahan Lebih baik Karena Rendah Lemak

Karena mengikuti rekomendasi rendah lemak, banyak makanan yang dihilangkan lemaknya oleh produsen. Sayangnya, menyingkirkan lemak dari makanan membuat rasa makanan itu menjadi tidak enak, sehingga produsen menambahkan gula untuk memperbaikinya.Karena alasan ini, banyak makanan rendah lemak yang justru mengandung banyak gula. Padahal, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

 

 

 

 

Samapai di sini dulu pembahasan kita,Semoga Anda informasi ini bisa membantu anda,Jika anda tidak berkenan silahakan di share ya ke sosial medai kesayangan Anda,Terimkasih

Sumber dietcepatalami.com,wikepediaindonesia

Facebook Comments